Buku “Agama” Saya adalah Jurnalisme

sumber: andreasharsono.blogspot.com

Hari ini kiriman buku saya sampai juga. Baru pertama kali saya beli buku via pemesanan langsung. Begitu tahu bukunya sudah beredar, saya langsung kirim email, minta dikirimkan satu. Itu kira-kira tanggal 14 Desember tahun lalu.

Judulnya bukunya provokatif, ‘Agama’ Saya adalah Jurnalisme. Penulisnya Andreas Harsono. Saya agak terlambat bersentuhan dengan tulisan dia, di tahun terakhir perkuliahan. Andreas Harsono ini tulisannya luar biasa. Dia menang Nieman Fellowship dari Harvard. Waktu itu usianya baru 22 tahun Kalau tidak salah, dari Indonesia baru 4-5 orang yang dapat beasiswa ini, salah satunya Goenawan Mohamad. Bersama Yayasan Pantau, Andreas dkk coba populerkan Jurnalisme Sastrawi ke Indonesia.

Di Amerika, genre ini  dimulai oleh Tom Wolfe dkk, ada bukunya berjudul The New Journalism, kadang suka disebut Literary Journalism. Kalau nama Tom Wolfe kurang familiar, mungkin Truman Capote bisa membantu. Dia yang menulis In Cold Blood, belakangan di adaptasi ke layar lebar.

Atau John Hersey dengan Hiroshima-nya. Karya ini fenomenal, dipilih sebagai karya jurnalistik terbaik abad ke-20. Panjang artikelnya sekitar 31.000 kata. Terbit setahun setelah peristiwa Hiroshima. Sampai-sampai satu edisi New Yorker, majalah elite itu, semua halamannya dihabiskan khusus oleh satu tulisan ini. Belum pernah terjadi sebelum dan sesudahnya.

Sedangkan di Indonesia, istilah untuk New Journalism ini agak beragam. Kalau tidak salah, Andreas lebih suka menyebutnya Narasi, karena kalau mendengar Jurnalisme Sastrawi, publik cenderung berpikir tentang bahasa yang mendayu-dayu bak novel, padahal tidak juga. Tapi istilah Jurnalisme Sastrawi lebih populer.

Buku ini sengaja saya pesan langsung dari Yayasan Pantau, karena bisa dapat tanda tangan Andreas.🙂

Untuk saya pribadi, dia bersama dengan Goenawan Mohamad dan Sindhunata adalah tiga jurnalis cum penulis terbaik Indonesia saat ini. Kalau sudah selesai baca, saya coba bagikan yang saya dapat di blog ini. Untuk sementara, yang penasaran dengan tulisan Andreas, bisa kunjungi blog pribadinya. Saya usul baca Hoakiau dari Jember atau Menulis Perlu Tahu dan Berani. Tulisannya superb!🙂

Sekian,

7 thoughts on “Buku “Agama” Saya adalah Jurnalisme

  1. Saya menghadiri launching bukunya di Pustaka Soeman HS.
    Memang begitu menarik, gagasan-gagasan beliau dan idealisme serta kemampuan menguasai Ilmu jurnalistik membuat saya mengidolakan beliau sebagai Bill Kovach-nya Indonesia.

    Salam

  2. Setuju, buku ini sangat menarik untuk di baca. Di kupas dengan bahasa yang sederahana dengan isi yang mendalam. Saya menerima buku ini sewaktu mengikuti pelatihan menulis bersama Mas Andreas.

  3. ralat, usia Andreas Harsono ketika menerima Nieman Fellowship bukan 22 tahun, tapi sekitar 34-an. Big mistake, jadi saya coret agar mencolok. Mohon maaf untuk kesalahannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s