The Divine Michelangelo

The Creation of Adam

Saya tentu saja langsung mengiyakan ajakan seorang teman pergi ke sebuah pameran di National Museum of History, Taipei. Rasa-rasanya tak perlu lagi bertanya harga tiket, yang kebetulan dapat setengah harga karena promosi sebuah media online.

Sebabnya sederhana saja: Michelangelo, dan karya aslinya.

The Divine Michelangelo, tajuk pemeran tersebut, adalah hasil kerjasama National Museum of History dengan Casa Buonarroti Museum–dulunya merupakan rumah Michelangelo yang diperkirakan dibeli antara tahun 1516 dan 1525. Saya beruntung sedang di Taiwan ketika pameran ini diadakan. Pasalnya, butuh persiapan dua tahun menunggu koleksi mampir ke negeri Formosa, untuk pertama kalinya. Jangan salah, meskipun karya asli Michelangelo yang dipamerkan hanya 14 buah, nilai totalnya diperkirakan mencapai 1,1 miliar dollar Taiwan atau sekitar 36 juta dollar AS.

Sayang memang, karya masyur macam Pieta dan David tidak bisa dibawa karena telah menjadi harta nasional Italia. Tak mungkin keluar dari negara tersebut.  Meski begitu, penyelenggara masih membawakan karya reproduksinya, termasuk fresco (teknik melukis tembok) tradisional The Creation of Adam, hasil repro Antonio de Vito,  ahli fresco dari Italia.

Ada hal menarik dengan replika patung David–yang menyambut di halaman depan museum. Rasa menggelitik muncul melihat patung kolosal setinggi 5,17 meter ini ditaruh begitu saja, seakan menabrak desain arsitektur bangunan yang sangat tradisional Tiongkok, plus diapit taman kecil berkolam khas negara Asia Timur. Di bawahnya, masih ditempeli gambar jempol ala Facebook. Ibarat makanan, sensasinya barangkali sama dengan makan kwetiaw yang diberi bumbu spageti plus jeruk nipis . Bisa saja pengurusnya, pikir saya.

Di dalam museum, bahasa masih jadi kendala. Banyak informasi yang menggunakan karakter mandarin, otomatis sulit bisa mengerti lebih banyak. Saya masih familiar dengan 1-2 lukisan, karena ingat penjelasan guru seni dulu, tapi sisanya banyak tidak tahu. Selain karya asli Michelangelo dan repronya, ada juga beberapa karya pelukis lain. Saya kenal satu lukisan The School of Athens karya Raphael, yang menggambarkan puluhan figur filsuf Yunani klasik. Barangkali mereka ada untuk menambah suasana renaisans di Italia, seperti yang tertulis dalam sepatah kata dari kurator. Ditambah lagi beberapa diorama bengkel kerja (workshop) seniman jaman itu, lengkap dengan berbagai peralatannya. Menarik juga.

Kurang lebih pameran ini dibagi menjadi delapan tema. Mulai dari self-portrait Michelangelo, kehidupan pribadi, bengkel kerja, karya-karya pahatan, desain arsitektur, karya fresco hingga manuskrip asli Michelangelo berupa puisi hingga sketsa. Seperti banyak museum, ruangan dengan karya asli selalu menonjol. Suhu diatur demikian rupa. Larangan foto dipasang di depan. Penjaga selalu mengingatkan dengan sopan pengunjung untuk tidak memotret. Tapi bagus juga, jadi bisa lebih tenang menikmati kertas-kerta lusuh berumur hampir 500-an tahun itu.

Selesai menikmati pameran, pengunjung akan disuguhkan ruangan yang menjual beragam aksesoris terkait Michelangelo. Banyak benda menarik dan kreatif. Ada stempel lilin jaman dulu, pena klasik lengkap dengan bulu. Beragam miniatur pahatan Michelangelo juga banyak. Saya sendiri membeli satu pelat seukuran uang logam yang dipres sehingga membentuk gambar The Creation of Adam yang tidak kalah masyur. Mumpung tidak terlalu mahal.

Senang juga ke pameran ini. Saya bukan ahli seni, juga tidak terlalu paham banyak. Tapi jika penyelenggara ingin membawa kita berkelana kembali ke abad 16, menikmati renaisans rasa Italia, nampaknya mereka cukup berhasil.

Setidak-tidaknya bagi saya.

ESDV2JSXEBY5

2 thoughts on “The Divine Michelangelo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s