Hanya Saya dan Musik

Duduk di deretan belakang dari 400-an tempat duduk, saya bisa melihat jelas ke setiap sudut Johan Sebastian Bach Recital Hall. Ruangan berbentuk setengah oval ini didominasi oleh corak kayu kecoklatan. Mulai dari dinding, lantai, sampai tempat duduk. Panggung depan yang tidak sampai 20 meter dari posisi saya, diisi oleh satu grand piano dari kayu kecoklatan merek Steinway & Welte,Continue reading “Hanya Saya dan Musik”

Calvin, Journalism, and Some Personal Stuff

  I am a journalist. I write. Almost everythings. From coffee, conflict, clashes, and celebrities to human rights, religion, discrimination, and pluralism. But, there’s a saying. Never wrote about your personal stuffs. I say, amen. So what’s this all about? Well, I think I’m going to write some personal stuffs.

Dari Depan Melihat ke Belakang

Kira-kira sehari sebelum membuat tulisan ini, saya menerima sms dari seseorang. Isinya kurang lebih seperti ini: Ry, xxx (nama dia hehe) terpilih jadi best trainee, senang deh… Ya, sahabat saya ini terpilih sebagai peserta magang terbaik di sebuah hotel bintang 5 ternama di Jakarta. Suatu prestasi yang cukup membanggakan. Ikut merasa senang,  segera saya meneleponContinue reading “Dari Depan Melihat ke Belakang”