Robohnya Gereja Kami

Haji Ali Akbar Navis tentu bukan seorang sinis, apalagi bodoh. 22 buku, 8 antologi luar negeri plus 106 makalah sastra untuk kegiatan akademis dalam maupun luar negeri tampaknya sulit dihasilkan tanpa kreativitas maupun intelektualitas. Tak mungkin juga orang semacam Syafii Maarif ataupun mantan Menteri Agama Tarmizi Taher datang melayat ketika AA Navis telah tiada, jikaContinue reading “Robohnya Gereja Kami”