taliban

Bagi saya, mulanya adalah Tanjung Priok. Kemudian banyak lagi di tengah perjalanan, mulai dari seorang kawan di pinggiran Jakarta sampai Malala di Pakistan. Ini soal hati sempit penuh dengki yang menutup diri dengan jubah suci dan mahkota intelektualitas, lantas berlagak macam Tuhan dan menghadirkan teror. Ia hadir tanpa pandang bulu. Tak peduli di masjid, gereja, atau kuil.Continue reading “taliban”